Tampilkan postingan dengan label manajemen operasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen operasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Agustus 2015

Aktivitas Manajemen Operasi



Aktivitas Manajemen Operasi
Segala aktivitas berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa melalui transformasi input menjadi output.

Perbedaan Barang dan Jasa

Barang

Jasa
Tangible (fisik dan ciri cirinya dapat dilihat, diraba, dirasa).
Biasa diperjualbelikan kembali
Barang dapat disimpan sebelum dipasarkan
Parameter mutu dapat diukur dengan jelas
Penjualan berbeda dari produksi
Barang dapat berpindah

Letak fasilitas penting untuk pertimbangan biaya
Sering dapat dilakukan proses otomatisasi
Pendapatan dihasilkan dari produk tangible

Intangible (fisik dan cirri cirinya tidak dapat dilihat, diraba, dirasa).
Umumnya tidak diperjualbelikan kembali
Biasanya langsung kontak dengan pembeli
Sangat sulit mengukur parameter mutu dari jasa
Penjualan bagian dari jasa
Penyedia jasa sering dapat berpindah dan bukan jasanya
Letak fasilitas penting untuk pertimbangan kontak konsumen
Sering sulit dilakukan proses otomatisasi
Pendapatan dari produk intangible

Berbeda dengan organisasi usaha penghasil barang, pada organisasi usaha penghasil jasa fungsi produksi tidak terlihat dengan jelas karena proses produksi berinteraksi langsung dengan konsumen sebagai penerima jasa tersebut sehingga fungsi produksi kelihatan seperti berada dibawah fungsi pemasaran. Akan tetapi apakah suatu organisasi usaha produk akhirnya berupa barang ataupun jasa segala aktivitas yang berkaitan dengan produksi dalam organisasi usaha fungsi produksi seringkali tetap dimasukan dalam lingkup manajemen operasi.    

Sejarah Perkembangan Manajemen Operasi

Cost Focus


Quality Focus

Customization Focus
Early Concepts 1776-1880
Labor Specialization (Smith, Babbage)
Standardized Parts (Whitney)

Scientific Management Era 1880-1910
Gantt Charts (Gantt)

Motion & Time Studies (Gilbreth)
Process Analysis (Taylor)
Queuing Theory (Erlang)

Mass Production Era 1910-1980
Moving Assembly Line (Ford Sorensen)
Statistical Sampling (Shewhart)
Economic Order Quantity (Harris)
Linear Programming
PERT/CPM (DuPont)
Material Requirements Planning

Lean Production Era 1980-1995
Just-in-Time
Computer Aided Design
Electronic Data Interchange
Total Quality Management
Baldride Award
Empowerment
Kanbans
Mass Customization Era 1995-
Globalization
Internet
Enterprise Resourse Planning
Learning Organization
International Quality Standards
Fenite Scheduling
Supply Chain Management
Agile Manufacturing
E-commerce

Mengapa Belajar Manajemen Operasi
            Ada beberapa alasan pentingnya mempelajari bidang studi manajemen operasi, yaitu :

1.      Manajemen Operasi adalah salah satu dari tiga fungsi bisnis penting dalam suatu organisasi usaha disamping pemasaran (marketing) dan keuangan (finance).
2.      Manajemen Operasi dipelajari untuk memahami bagaimana barang dan jasa diproduksi, karena fungsi produksi berada dalam lingkup manajemen operasi.
3.      Manajemen Operasi dipelajari untuk memahami apa tugas tugas seorang manajer operasi. Dengan memahami tugas tugas tersebut seseorang dapat mengembangkan keakhlian yang diperlukannya untuk menjadi seorang manajer operasi. Hal ini dapat membantu untuk melihat peluang dalam pengembangan karier dalam manajemen operasi.
4.      Manajemen Operasi dipelajari karena penyerapan anggaran belanja perusahaan pada fungsi operasi adalah paling besar. Namun demikian, peluang peningkatan keuntungan perusahaan pada fungsi operasi juga paling besar.

Options for Increasing Contribution


Marketing Option
Finance/Accounting Option
OM
Option



Current

Increase Sale Revenue 50%

Reduce Finance Costs 50%
Reduce Production Costs 20%

Sales
Costs of goods

$100,000
-80,000

$150,000
-120,000

$100,000
-80,000

$100,000
-64,000
Gross margin
Finance costs
20,000
-6,000
30,000
-6,000
20,000
-3,000
36,000
-6,000

14,000
24,000
17,000
30,000
Taxes at 25%
Contribution

-3,500
$ 10,500

-6,000
$ 18,000
(71%)
-4,250
$ 12,750
(21%)
-7,500
$ 22,500
(114%)

            Peningkatan penjualan 50% memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan sebesar 71% dan penghematan pada sektor keuangan sebesar 50% memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan sebesar 21%, sedangkan penghematan pada biaya produksi sebesar 20% memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan sebesar 114%.
            Dari contoh kasus tersebut mendorong sangat pentingnya pengembangan strategi  pada aktivitas aktivitas operasi agar proses operasi berjalan semakin efisien dan efektif untuk meningkatkan kontribusi fungsi operasi dalam perusahaan.

Tugas Manajer Operasi
Setiap manajer yang baik harus melakukan fungsi fungsi dasar dari proses manajemen, yaitu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pembentukan staf, kepemimpinan dan pengendalian. Manajer operasi menerapkan proses manajemen ini untuk menetapkan  keputusannya untuk setiap fungsi operasi yang ada dalam manajemen operasi.

Sepuluh Putusan Strategis Manajemen Operasi

Fungsi Operasi

Pokok Permasalahan

Perancangan barang dan jasa


Manajemen Kualitas


Perancangan proses dan kapasitas


Lokasi


Perancangan layout


Sumber daya manusia dan perencanaan tugas tugas


Manajemen rantai-suplai





Inventori, perencanaan keperluan material dan JIT (just-in-time)

Penjadwalan proyek, jangka menengah dan jangka pendek



Pemeliharaan

Barang atau jasa apa sebaiknya akan ditawarkan?
Bagaimana perancangan barang dan jasa tersebut akan dilakukan?
Siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas?
Bagaimana kualitas dari barang dan jasa tersebut akan ditetapkan?
Akan membutuhkan proses apa dari produk yang akan dibuat serta dalam urutan apa?
Peralatan dan teknologi apa yang diperlukan untuk menjalankan proses proses tersebut?
Dimana sebaiknya fasilitas produksi dibangun serta kriteria kriteria apa yang menjadi dasar pengambilan putusan tersebut?
Bagaimana sebaiknya pengaturan layout fasilitas yang akan dibuat serta seberapa besarnya agar sesuai dengan kapasitas produksi yang akan direncanakan?
Bagaimana upayanya untuk memberikan lingkungan kerja yang sesuai untuk pekerjanya?
Berapa besar hasil yang dapat diharapkan dari tenaga kerja tersebut?
Untuk komponen komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan barang barang yang direncanakan dibuat sendiri atau menerima pasokan dari luar?
Siapa pemasok yang dipilih dan siapa yang dapat mengintegrasikan kedalam program e-commerce perusahaan.
Berapa besar inventori setiap item barang yang sebaiknya dimiliki?
Kapan dijadwalkan untuk melakukan pemesanan kembali?
Apakah pada pekerjaan pekerjaan tertentu tidak lebih disubkontrakan?
Apakah perusahaan akan tetap mempertahankan pekerjanya selama dilakukan pengurangan jumlah produksi?
Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan?

            Kemampuan untuk membuat keputusan keputusan yang baik pada fungsi fungsi operasi ini serta mengalokasikan sumberdaya untuk pelaksanaan yang efektive adalah merupakan jalan menuju suatu fungsi fungsi operasi yang efisien. Hal ini akan berdampak pada strategi dan produktivitas perusahaan.

Pengorganisasian untuk Menciptakan Barang dan Jasa
Untuk menciptakan barang dan jasa setiap organisasi usaha melakukan tiga fungsi bisnis yang merupakan unsur unsur tidak saja hanya untuk keperluan proses produksi tetapi juga untuk kelangsungan jalannya usaha.
 Fungsi fungsi bisnis tersebut adalah :
1.      Pemasaran, yang menciptakan kebutuhan terhadap barang atau jasa
2.      Operasi, yang mencipkan barang dan jasa
3.      Keuangan, yang mengikuti berapa sehat jalannya usaha tsb, membayar tagihan tagihan, mengumpulkan uang hasil usaha.















Sabtu, 15 Agustus 2015

Pengertian MANAJEMEN OPERASIONAL

Manajemen Operasional | Manajemen Operasi


Manajemen Operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara maksimal penggunan semua faktor produksi yang ada baik itu tenaga kerja (SDM), mesin, peralatan, raw material (bahan mentah) dan faktor produksi yang lainnya dalam proses tranformasi untuk menjadi berbagai macam produk barang atau jasa.
manajemen operasional
Manajemen Operasional
Apa yang dapat dilakukan oleh manajer operasi serta orientasi manajer operasional ?

Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen : planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian.

Orientasi manajer operasional adalah mengarahkan hasil output dalam kuantitas, kwalitas, harga, waktu serta tempat tertentu yang sesuai dengan permintaan user atau konsumen.
Jangan lupa baca juga Pengertian Manajemen

Tanggung Jawab Manajer Operasional :

  Menghasilkan barang atau jasa.
  Mengambil sebuah keputusan mengenai fungsi operasi serta sistem transformasi.
  Mengkaji pengambilan sebuah keputusan dari suatu fungsi operasinal.

Fungsi Produksi dan Operasional

  Proses produksi serta operasional
  Jasa penunjang dalam pelayanan produksi
  Planning (Perencanaan)
  Controlling (Pengendalian dan pengawasan)

Lingkup Manajemen Operasional :

1. Perancangan desain system produksi dan operasional
  • Seleksi serta perancangan desain produk
  • Seleksi serta perancangan proses dan peraalatan
  • Pemilihan site dan lokasi perusahaan serta unit produksi
  • Rancangan tata letak serta arus kerja
  • Rancangan atas tugas pekerjaan
  • Strategi produksi dan operasional serta pemilihan kapasitas
2. Pengoperasian sistem produksi dan operasional
  • Menyusun rencana produk dan operasional
  • Perencanaan dan pengendalian atas persediaan serta pengadaan bahan
  • Pemeliharaan utilitas mesin dan juga peralatan
  • Pengendalian atas mutu
  • Manajemen sumber daya manusia (tenaga kerja)

Pengambilan Keputusan

Dilihat dari sudut pandang kondisi atas keputusan yang harus ditempuh, ada empat (4) macam pengambilan keputusan :
  • Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang pasti
  • Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang memiliki resiko
  • Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang tak pasti
  • Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang muncul akibat pertentangan dengan kondisi yang lain.

Beberapa Jenis Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Operasi :

-Proses:Keputusan tentang proses fisik serta fasilitas yang dipakai
-Kapasitas:Keputusan dalam menghasilkan jumlah, waktu serta tempat yang sesuai
-Persediaan:Keputusan mengenai persediaan meliputi apa yang yang di pesan,
kualitas, kuantitas dan kapan raw material (bahan baku) dipesan.
-Tenaga Kerja:Meliputi proses seleksi, rekruitmen, peng-gajian, PHK, pelatihan,
supervisi, kompensasi serta promosi kepada karyawan dan 
penggunaan atas tenaga spesialis
-Kualitas:Keputusan dalam penentuan mutu barang atau jasa yang diproduksi,
penetapan standart, desain peralatan, karyawan terampil, serta pengawasan atas produk 





Keputusan didalam manajemen Sistem Produksi
  • Keputusan perencanaan strategis jangka panjang didalam sumber daya
  • Desain sistem produktif : pekerjaan, alur proses, tata arus, serta susunan atas saran fisik
  • Keputusan implementasi operasinal : harian, mingguan serta bulanan.

Keputusan Perencanaan Strategik :
  • Pemilihan desain rangkaian produk atau jasa
  • Keputusan perencanaan atas kapasitas, site lokasi gudang, dan rencana ekspansi
  • System pembekalan, penyimpanan serta logistik.

Pengertian Sistem Produksi :

Instrumen yang dipakai dalam mengubah semua sumberdaya untuk menghasilkan barang atau jasa.
Ada 3 macam sistem didalam proses produksi :
  1. Proses produksi yang berkelenjutan
  2. Proses produksi yang terputus putus
  3. Proses produksi yang bersifat proyek